Kamis, 18 Maret 2010 di 15.36 Diposting oleh blog misteri 0 Comments


Kerajaan Ebla 2500SM - 2000SM

Sisa pondasi salah satu kota kerajaan Ebla


Muncul nama kerajaan Ebla dimulai dari penggalian sebuah situs dikawasan Tell Mardikh oleh team arkeolog Italia dari Universitas La Spienza Roma tahun 1964. 4 tahun kemudian mereka menemukan sebuah patung yg didedikasikan utk Dewi Ishtar yg bertuliskan nama Ibbit-Lim, salah satu raja besar kerajaan Ebla. 10 tahun kemudian team yg sama berhasil menemukan pondasi istana yg diperkirakan berdiri antara 25000SM - 2000SM. Dan menemukan 15.000 plat prasasti Ebla dibawah reruntuhan istana tersebut. Nama kerajaan Ebla sudah tercantum dan diakui keberadaannya ditulisan prasasti2 kuno milik peradaban Mesir dan Akkadia.

seluruh plat prasasti itu bertuliskan dari huruf paku khas Sumeria,yg sebgian bisa diterjemahkan berdasarkan literatur huruf Summeria kuno dan sebagian belum dikenal karna ada kekhususan dari gaya penulisan. Salah satu ahli antropolog Italia Giovanni Petinatto mngeluarkan statement claim "tidak berdasar" mengenai terjemahan tulisan2 di 15.000 plat tsb, yg mengatakan nama2 seperti Daud, Loth, Ibrahim, Jerusalem, Megido dan Sodom & Gomorrah ada tercantum didalamnya. Yang mana terjemahan dan tafsiran tsb dibantah oleh Alfonso Archi. Menurut dia (Archi) diplat tersebut ada mengisahkan tentang terjadinya alam semesta, bumi dan beserta isinya krn kisahnya mirip dg kisah penciptaan alam semesta milik peradaban Sumerian Kuno. Namun tetap meragukan hubungan kisah2 para nabi didalam plat tersebut krn gaya bahasa plat kerajaan Ebla lebih rumit utk diterjemahkan krn punya ciri khas yg berbeda huru paku bahasa Sumeria Kuno.

salah satu isi tulisan 15.000 prasasti Ebla yg berhasil diterjemahkan antara lain:

1. Nama2 para dewa sesembahan Semit yg terkenal seperti Dagan (ditulis sebagai DBE), Ishtar (Ashtar), Resheph (Rasap), Kanish, Hadad (Hadda), Shapash (Shipish), dan beberapa yg tdk dikenal (Kura, Nidakul), ditambah beberapa dewa Sumeria Enki dan Ninki dan dewa Hurrian (Ashtapi, Hebat, Ishara). Empat gerbang kota diberi nama dewa yaitu Dagan, Baal (Hadda), Rasap, dan Utu. Secara keseluruhan, sekitar empat puluh nama dewa yang disebutkan dalam prasasti sebagai Dewa yg menerima pengurbanan. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa masyarakat kerajaan Ebla menganut polytheisme. Nama dewa Dagan, Baal ada tercantum disejarah kerajaan Israel Kuno sebagai sesembahan bangsa Filistin.(Bila bro masih ingat film Samson-Delilah versi awal yg sempet ditayangin di TV swasta tahunan yg lalu, diakhir film si Samson (bukan Samson Band)mencoba meruntuhkan tiang penyangga dewa yg diatasnya. Dewa yg diruntuhkan bernama Dagan)

2. Hubungan pakta dagang antara kerajaan Ashur, Mesir dan Akkadia.

3. Laporan pertumbuhan ekonomi pertanian. Hasil pertanian dan peternakan kerajaan Ebla sangat subur sehingga membuat rakyat Ebla berkelimpahan. Saking makmurnya kerajaan membuat sistem militernya menggunakan tentara bayaran yg didatangkan dari kerajaan pakta dagang. Disebutkan dalam prasasti bahwa sang Raja sering bepergian ke luar wilayah kerajaan utk membina hubungan baik dg kerajaan lainnya. Efek dari kemakmuran tersebut menurut ahli arkeolog membuat masyarakat Ebla bebas melakukan sesembahan ke dewa mana yg diyakini sesuai nurani masing2.

4. Puisi2 syair pujian para dewa.




Masih ditelusuri tahun berapa runtuhnya kerajaan Ebla tetapi dugaan kuat di tahun 2240 SM. Penyebab runtuhnya kerajaan itu karena invasi dari penakluk2 dari Messopotamia spt raja Sargon dari Akkad dan cucunya Naram-sin sehingga runtuhnya ini disebut keruntuhan pertama. Meskipun beberapa penguasa Ebla mencoba memulihkan kejayaan kerajaan dg menyatukan kawasan yg terpisah-pisah shingga sebutan utk masyarakat Ebla dlm pemulihan ini "Amorite". Ditahun 1650-1600 SM invasi datang dari kerajaan Hittite dg pimpinan raja Mursilli 1 ato Hatusilli 1. Ini dibuktikan dg penemuan perkamen di Alalakh bertahun 1750 SM.

0 Responses so far.

Posting Komentar